Selasa, 11 November 2014

Monev PPL

Setelah mencari waktu luang, dan ternyata tidak ada juga, akhirnya  hari ini bisa melakukan monev PPL teman-teman mahasiswa PGSD PSKGJ Purwodadi. Kita mencoba untuk mencari sekolah dengan medan paling ringan yang bisa kita akses dengan kendaraan roda empat. Kemudian kita putuskan untuk melihat aktifitas PPL di SDN 4 Gundih dan SDN 1 Morodadi. SDN 4 gundih terletakan tidak jauh dari Stasiun Gundih. Kira-kira 1 kilo dari stasiun. Medannyapun sebagian besar bagus, sudah beraspal, meskipun jalan didekat sekolah masih berupa timbunan tanah dan batu.
Sekolahnyapun sederhana. terdiri dari 6 ruang kelas, 1 kantor guru dan 1 aula. Ada 129 siswa di sekolah tersebut.

SDN 4 gundih

Setelah melakukan monev di SDN 4 Gundih, perjalanan dilanjutkan ke SD berikutnya. Menurut informasi, medannya lebih baik dibandingkan sekolah yang lain. Perjalanan dilanjutkan ke SD tersebut. Berikut adalah medan yang harus dilalui.

Jalan tak beraspal sejauh 4 kilometer yang perlu waktu 1 jam 30 menit untuk menempuhnya.

Melewati jembatan diatas kanal Kedungombo


Berpapasan dengan portable ricemill






Senin, 04 Agustus 2014

Perjalanan ke Puncak Lawu



Pada akhir bulan Juli 2014 Ibrohim minta untuk bisa mendaki gunung Lawu. Rencana Pendakian dia sudah dilakukan berbulan-bulan sebelumnya. Bahkan dia sudah meminta untuk membeli perlengkapan pendakian sejak beberapa bulan. Jaket, Sleeping bag, Kompor, Senter, Sandal Gunung, karier, bahkan topi sudah disiapkan. Tetapi sayang, Mahad Al Mujahidin mengundurkan jadwal pendakian sampai waktu yang belum bisa ditentukan. Jadilah Ibrohim minta mas Habib untuk bisa memandu dia naik ke puncak Gunung Lawu.
Dengan bebarapa pertimbangan akhirnya mereka bersiap untuk berangkat mendaki ke Puncak Lawu. Perjalanan dimulai dengan menggunakan si Xeni mulai dari rumah menuju ke Cemoro Sewu. Mulai dari Cemoro Sewu teman-teman sudah siap untuk melakukan pendakian Pendakian pun dilaksanakan mulai tanggal 2 sampai 3 Agustus 2014.







Senin, 30 Juli 2012

Tour de Depok

Semester genap anak-anak sudah usai. Ini saatnya mereka libur. Mas Habib pulang dan dik Ibrohim libur. Tentu ini merupakan momen dimana kita sekeluarga bisa sekedar melepas kepenatan dalam kebersamaan. Kamipun memusyawarahkan kapan dan kemana akan melakukan perjalanan pada liburan ini. Dari hasil musyawarah  disepakati bahwa kita akan menengok desa Kisik. Desa dimana pada bulan ramadhan tahun yang lalu mas Habib mendapatkan tugas pengabdian disana.






Senin, 26 Maret 2012

PRESENTASI DI TEQUENDAMA BOGOTA

Pada tanggal 10 sampai dengan 22 Maret 2012 alhamdulillah Allah memberi kesempatan kepada saya untuk bisa mengikuti diskusi dan melakukan presentasi program pelaksanaan CRC di sekolah. Presentasi tersebut dilaksanakan di hotel Tequendama, Bogota, Colombia.
Presentasi dilakukan oleh 10 tim dari 10 negara yaitu dari Indonesia, Vietnam, Kamboja, India, Mesir, Muzambique, Malawi, Tanzania, Uganda dan Afrika Selatan. Tim Indonesia yang beranggotakan saya, pak joko dan bu Endang mendapatkan urutan pertama karena dianggap yang paling siap untuk melakukan presentasi. Kita mempresentasikan proyek yang kita laksanakan di SMP Muhammadiyah I Surakarta.
Dalam memperesentasikan materi kami juga melakukan workshop. Ada dua workshop yang kita lakukan yaitu workshop tentang parenting style dan internalisasi nilai-nilai CRC. Workshop parenting style berdasarkan permasalahan yang kami hadapi dilapangan bahwa terjadinya beberapa kekerasan terhadap anak disebabkan oleh gaya asuh tertentu. Ketika gaya asuh tersebut dilakukan oleh mayoritas masyarakat dan kemudian secara konvensional dianggap sebagai pola pengasuhan yang sesuai maka akan memunculkan budaya asuh. Dan budaya asuh ini bila melembaga dapat dilegitimasi dan mengakar kuat serta sulit diubah.
Ada 3 gaya pengasuhan yang kami gunakan dalam workshop yaitu; 1. Gaya asuh permisif, 2. Gaya asuh moderat dan 3. Gaya Otoriter. Gaya pengasuhan permisif marupakan gaya pengasuhan yang membirkan anak untuk melakukan apapun sekehendak dia dan orang tua cenderung tidak memperdulikan aktifitas anaknya. Meski kelihatannya gaya pengasuhan ini memberikan kebebasan pada anak dan cenderung tidak mencampuri urusan anak, tetapi sebenarnya gaya pengasuhan permisif ini memberi peluang pada child abuse yaitu pengabaian pada anak. Kecenderungan dari gaya pengasuhan seperti ini mangakibatkan anak mudah frustasi karena tidak mendapat bimbingan dari orang tua. Gaya otoriter merupakan gaya yang memiliki paling banyak peluang bagi orang tua melakukan kekerasan terhadap anak. Hal ini mengingat kontrol orang tua terhadap anak sangat ketat dan tidak memberikan peluang inisiasi pada anak. Gaya moderat merupakan gaya asuh yang paling ideal dari ketiga gaya tersebut. Hal ini mengingat dalam gaya moderat ada komitmen, ada kepercayaan, ada kebebasan dan ada tanggung jawab.
Workshop internalisasi nilai CRC kami lakukan berdasarkan kondisi dilapangan dimana ada pertanyaan-pertanyaan tentang apakah CRC sesuai dengan nilai-nilai Islam? Ada beberapa anggapan bahwa Child right Convention tidak sesuai dengan nilai Islam. Kami mencoba untuk melakukan cross check antara pilar CRC dengan beberapa hadits Nabi tentang anak. Dari workshop yang kami lakukan ternyata sambutannya luar biasa positif. Dalam summ up para mentor mengatakan bahwa mereka nedapatkan refleksi yang bagus dari tim Indonesia tentang adanya hadits-hadits yang sesuai dengan perlindungan hak anak.

 Pengenalan TIM

 Presentasi dan Workshop

 Ucapan Selamat dari Mentor dan Peserta

Selasa, 06 Desember 2011

TIK untuk Madrasah

Pada hari ahad, tgl 4 Desember 2011 saya mendapatkan kesempatan untuk bisa sharing dengan para Kepala Madrasah di Jawa Timur. Dalam kegiatan tersebut saya menyampaikan tentang manfaat TIK bagi Madrasah.
Pada awal pelatihan saya tanyakan kepada para kepala madrasah tentang apa madrasah itu. Sebagian menjawab bahwa madrasah adalah tempat belajar mengajar. Kemudian saya tanyakan apa inti dari madrasah itu. Sebagian menjawab inti madrasah adalah kegiatan belajar dan mengajar. Saya tanyakan lagi apa yang diajarkan oleh pengajar dan dipelajari oleh pelajar di madrasah. Sebagian menjawab informasi.
Jawaban para peserta sangat benar bahwa inti dari sekolah ataupun madrasah adalah informasi. Berapapun dan bagaimanapun mewahnya sarana dan prasarana baik yang berupa gedung, perlengkapan dan berbagai alat penunjang kenyamanan belajar dan mengajar, semua kalah penting dibandingkan dengan informasi itu sendiri. Oleh karena itu adalah sesuatu yang sangat ironis bila seorang guru, seorang pendidik, bahkan seorang kepala madrasah alergi dengan Teknologi Informasi dan Komunikasi. Hal ini karena Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah sarana paling utama yang langsung berkaitan dengan komunikasi informasi. 
Ada beberapa manfaat TIK bagi madrasah yaitu:
1. Sebagai sarana dalam manajemen informasi madrasah.
2. Sebagai sumber belajar.
3. Sebagai media pembelajaran.
4. Sebagai sarana peningkatan profesionalisme guru.
Tentu Teknologi Informasi dan komunikasi bukan satu-satunya sarana yang bisa mendukung pembelajaran. bahkan mungkin dibeberapa daerah teknologi ini masih sulit diakses. Sementara dibeberapa daerah atau instansi teknologi informasi tidakdimanfaatkan secara optimal. Tentu perlu strategi untuk memanfaatkan TIK sehingga tidak berdampak distruktif ataupun kontraproduktif terhadap pendidikan itu sendiri.

Berikut beberapa gambar aktifitas kami:



Memberikan penjelasan di depan para kepala Madrasah



Antusiasme peserta tampak dari bagaimana mereka sangat memperhatikan presentasi




Wisma tempat kami menginap

Senin, 05 Desember 2011

Pelatihan Media Pembelajaran MGMP Bhs Inggris Solo

Pada tanggal 15 November 2011, saya diminta untuk memberikan pelatihan Media Pembelajaran Bahasa Inggris dengan menggunakan TIK. Awalnya saya merasa cukup bingung harus mengisi apa karena belum tahu tingkat computer literacy bapak/ibu guru. Kebingungan saya semakin menjadi-jadi ketika panitia mengatakan bahwa kemampuan peserta "rata-rata". Sulit untuk mendefinisikan "rata-rata". Tapi saya tetap harus tahu tingkat literasi mereka dan kebutuhan mereka. Maka kemudian sebelum saya memulai pelatihan saya berikan para peserta angket untuk diisi secara online untuk mengetahui kebutuhan mereka dan langsung bisa saya lihat hasilnya saat itu juga. Akhirnya saya buat Need analysis. Alhamdulillah para peserta sangat antusias dengan pelatihan tersebut sehingga saya sangat menikmati pelatihan itu. Saya memberikan cara-cara mendasar dalam menggunakan aplikasi Powerpoint dan trik-trik untuk mempercepat proses pembuatan presentasi, serta membuat presentasi interaktif dengan menggunakan link. Terima kasih bapak/ibu peserta pelatihan yang hebat, semoga suatu saat kita dapat berlatih lagi menggunakan software maupun aplikasi lain untuk meningkatkan Proses Belajar mengajar kita. Bravo!
Memberikan penjelasan tentang TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) untuk ELT (English Language Teaching)



Berdiskusi dengan peserta